google.com, pub-9228471708496696, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tuesday, March 6, 2018

SEJARAH BLC TELKOM KLATEN

SEJARAH BLC TELKOM KLATEN 

"Saya melihat Teknologi Informasi (TI) khususnya penggunaan dan pemanfaatan Internet di Indonesia seperti sebilah pisau yang sangat tajam dijual bebas dan dibeli oleh orang-orang tapi tidak ada keterangan penggunaannya, manfaat segi positif dan negatifnya. Kondisi Internet saat ini sama seperti itu, oleh karenanya hati nurani saya tergerak untuk memberikan edukasi TI kepada masyarakat penggunaan Internet Sehat dan Aman dalam program Broadband Learning Center (BLC) Klaten dan saya menekankan kepada siapapun yang masuk menjadi komunitas BLC untuk dilatih dan menjadi bagian dari aktifitas BLC untuk berkomitmen tidak melihat segala sesuatunya dari sisi materi namun bagaimana menjadi diri sendiri memiliki integritas dan kepribadian serta mengembangkan potensinya masing-masing." Ujar Koordinator BLC Telkom Klaten yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Suro Dhemit. Dari latar belakang tersebut terbentuklah Broadband Learning Center (BLC) Telkom Klaten yang bisa menjadi salah satu jawaban akan kebutuhan masyarakat selama ini. Dimana BLC Telkom Klaten merupakan pusat pelatihan internet yang memanfaatkan Rumah Dinas Pemkab Klaten yang dimodifikasi dilengkapi dengan sarana komputer dan akses internet broadband dari Telkom Dimana masyarakat maupun pemerintahan dapat memanfaatkan BLC Telkom Klaten untuk meningkatkan pengetahuan internet dan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara gratis. Pembentukan Broadband Learning Center (BLC) Telkom Klaten Berawal dari Nota Kesepahaman Antara Pemerintah Kabupaten Klaten dan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk dan Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Klaten yang memiliki yang memiliki 3 point penting akan k e r j a s a m a d a l a m p e n g e m b a n g a n d a n Implementasi Klaten GO ONLINE salah satunya adalah Pengelolaan Broadband Learning Center (BLC) sebagai wahana meningkatkan pengetahuan dan keahlian Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintahan dan masyarakat di Bidang IT. BLC Telkom Klaten yang beralamatkan Jl. Srigading No. 7 Klaten diresmikan pada Hari Kamis, 16 Juli 2013 oleh Bupati Klaten H. Sunarna, SE adalah salah satu program dari Klaten GO ONLINE. Klaten GO ONLINE merupakan konsep Klaten menjadi sebuah wilayah yang memiliki koneksi terintegrasi dalam berbagai bidang sehingga memberikan dampak praktis dan efisien dalam pengelolaan sistem informasi wilayah.

VISI "Membentuk masyarakat peduli terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi sehingga dapat diterapkan sesuai dengan bidangnya” 

MISI "Memberikan pelatihan Teknologi Informasi danKomunikasi kepada masyarakat secara gratis” 


Wednesday, February 14, 2018

Teknologi Multi Protocol Label Switching (MPLS)

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi, maka kebutuhan terhadap suatu jaringan akan semakin meningkat, terutama untuk menghubungkan jaringan yang satu dengan jaringan yang lain, dimana kedua tempat jaringan tersebut letaknya saling berjauhan, maka untuk menghubungkan keduanya agar terjadi suatu koneksi yang lebih cepat dan lebih baik maka diperlukan suatu jalur yang dinamakan Multi Protocol Label Switching (MPLS).

Seperti kita ketahui bersama bahwa MPLS adalah suatu teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone (jaringan utama) berkecepatan tinggi yang menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya. MPLS bekerja pada packets dengan MPLS header, yang berisi satu atau lebih label. Header MPLS terdiri atas 32 bit data, termasuk 20 bit label, 2 bit eksperimen, dan 1 bit identifikasi stack, serta 8 bit TTL. Label pada MPLS digunakan untuk proses forwarding, termasuk proses traffic engineering.

Diharapkan dengan adanya jalur MPLS tersebut maka suatu jaringan dapat terhubung dan terkoneksi dengan mudah dan diharapakan proses pengaksesannya bisa lebih cepat dan lebih baik.

Pengertian MPLS

Multiprotocol Label Switching (MPLS) [1] adalah teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone (jaringan utama) berkecepatan tinggi yang menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya.

Multiprotocol Label Switching (MPLS) [2] adalah arsitektur network yang didefinisikan oleh IETF untuk memadukan mekanisme label swapping di layer 2 dengan routing di layer 3 untuk mempercepat pengiriman paket.

Paket-paket pada MPLS diteruskan dengan protokol routing seperti OSPF, BGP atau EGP. Protokol routing berada pada layer 3 sistem OSI, sedangkan MPLS berada di antara layer 2 dan 3. OSPF (Open Shortest Path First) adalah routing protocol berbasis link state (dilihat dari total jarak) setelah antar router bertukar informasi maka akan terbentuk database pada masing – masing router. BGP (Border Gateway Protocol) adalah router untuk jaringan external yang digunakan untuk menghindari routing loop pada jaringan internet.

Header MPLS

MPLS bekerja pada packets dengan MPLS header, yang berisi satu atau lebih labels. Ini disebut dengan label stack. Header MPLS dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

MPLS Header meliputi :
  1. 20-bit label value : Suatu bidang label yang berisi nilai yang nyata dari MPLS label
  2. 3-bit field CoS : Suatu bidang CoS yang dapat digunakan untuk mempengaruhi antrian
    packet data dan algoritma packet data yang tidak diperlukan
  3. 1-bit bottom of stack flag : Jika 1 bit di-set, maka ini menandakan label yang sekarang
    adalah label yang terakhir. Suatu bidang yang mendukung hirarki label stack
  4. 8-bit TTL (time to live) field. Untuk 8 bit data yang bekerja
Enkapsulasi Paket
  
Tidak seperti ATM yang memecah paket-paket IP, MPLS hanya melakukan enkapsulasi paket IP, dengan memasang header MPLS. Header MPLS terdiri atas 32 bit data, termasuk 20 bit label, 2 bit eksperimen, dan 1 bit identifikasi stack, serta 8 bit TTL. Label adalah bagian dari header, memiliki panjang yang bersifat tetap, dan merupakan satu-satunya tanda identifikasi paket. Label digunakan untuk proses forwarding, termasuk proses traffic engineering. Untuk mengetahui enkapsulasi paket pada MPLS dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Setiap LSR memiliki tabel yang disebut label-swiching table. Tabel itu berisi pemetaan label masuk, label keluar, dan link ke LSR berikutnya. Saat LSR menerima paket, label paket akan dibaca, kemudian diganti dengan label keluar, lalu paket dikirimkan ke LSR berikutnya.

Selain paket IP, paket MPLS juga bisa dienkapsulasikan kembali dalam paket MPLS. Maka sebuah paket bisa memiliki beberapa header. Dan bit stack pada header menunjukkan apakah suatu header sudah terletak di 'dasar' tumpukan header MPLS itu.

Arsitektur MPLS

MPLS, multi-protocol label switching, adalah arsitektur network yang didefinisikan oleh IETF untuk memadukan mekanisme label swapping di layer 2 dengan routing di layer 3 untuk mempercepat pengiriman paket. Network MPLS terdiri atas sirkit yang disebut label-switched path (LSP), yang menghubungkan titik-titik yang disebut label-switched router (LSR).

Setiap LSP dikaitkan dengan sebuah forwarding equivalence class (FEC), yang merupakan kumpulan paket yang menerima perlakukan forwarding yang sama di sebuah LSR. FEC diidentifikasikan dengan pemasangan label.

Arsitektur MPLS
Untuk membentuk LSP, diperlukan suatu protokol persinyalan. Protokol ini menentukan forwarding berdasarkan label pada paket. Label yang pendek dan berukuran tetap mempercepat proses forwarding dan mempertinggi fleksibilitas pemilihan path. Hasilnya adalah network datagram yang bersifat lebih connection-oriented.

Arsitektur Jaringan MPLS

  1. Penggolongan dan pemberian label pada packet. Setelah itu packets akan menuju provider (P). Dari provider, packet akan diteruskan ke inti.
  2. Pada inti, packet diteruskan berdasarkan label bukan berdasarkan pada IP address. Label ini menunjukkan penggolongan class (A, B, C, D) dan tujuannya.
  3. Menghilangkan label dan meneruskan packet pada sisi penerima.
MPLS Cloud

Keterangan :
  1. LER : Label Edge Router (label pada sisi router)
  2. LSR : Label Switch Router (label pada switch router)
  3. Forward Equivalence Class, meneruskan packets pada class yang sama.
  4. Label : menghubungkan suatu packet dalam FEC
  5. Label Stack : berbagai label yang berisi informasi tentang bagaimana packets akan diteruskan
  6. Label Switch Path : jejak packets untuk mengarahkan ke FEC tertentu
  7. LDP : Label Distribution Protocol, digunakan untuk mendistribusikan informasi label diantara MPLS dengan perangkat jaringan
  8. Label Swapping : berfungsi memanipulasi label untuk meneruskan packets sampai ke tujuan
Struktur Jaringan MPLS

Struktur jaringan MPLS terdiri dari edge Label Switching Routers atau edge LSRs yang mengelilingi sebuah core Label Switching Routers (LSRs). Adapun elemen-elemen dasar penyusun jaringan MPLS ialah :

  • Edge Label Switching Routers (ELSR)
Edge Label Switching Routers ini terletak pada perbatasan jaringan MPLS, dan berfungsi untuk mengaplikasikan label ke dalam paket-paket yang masuk ke dalam jaringan MPLS. Sebuah MPLS Edge Router akan menganalisa header IP dan akan menentukan label yang tepat untuk dienkapsulasi ke dalam paket tersebut ketika sebuah paket IP masuk ke dalam jaringan MPLS. Dan ketika paket yang berlabel meninggalkan jaringan MPLS, maka Edge Router yang lain akan menghilangkan label tersebut.
Label Switches. Perangkat Label Switches ini berfungsi untuk menswitch paket-paket ataupun sel-sel yang telah dilabeli berdasarkan label tersebut. Label Switches ini juga mendukung Layer 3 routing ataupun Layer 2 switching untuk ditambahkan dalam label switching. Operasi dalam label switches memiliki persamaan dengan teknik switching yang biasa dikerjakan dalam ATM.

  • Label Distribution Protocol (LDP)
Label Distribution Protocol (LDP) merupakan suatu prosedur yang digunakan untuk menginformasikan ikatan label yang telah dibuat dari satu LSR ke LSR lainnya dalam satu jaringan MPLS. Dalam arsitektur jaringan MPLS, sebuah LSR yang merupakan tujuan atau hop selanjutnya akan mengirimkan informasi tentang ikatan sebuah label ke LSR yang sebelumnya mengirimkan pesan untuk mengikat label tersebut bagi rute paketnya. Teknik ini biasa disebut distribusi label downstream on demand.
Jaringan baru ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya :

  1. MPLS mengurangi banyaknya proses pengolahan yang terjadi di IP routers, serta memperbaiki kinerja pengiriman suatu paket data.
  2. MPLS juga bisa menyediakan Quality of Service (QoS) dalam jaringan backbone, dan menghitung parameter QoS menggunakan teknik Differentiated services(Diffserv) sehingga setiap layanan paket yang dikirimkan akan mendapat perlakuan yang berbeda sesuai dengan skala
    prioritasnya.
Contoh Penggunaan MPLS Pada Jaringan

MPLS biasa digunakan pada jaringan. Berikut ini merupakan contoh penggunaan MPLS pada jaringan yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini,

Keterangan:
Misalnya kita akan menghubungkan antara jaringan di Lokasi A dengan jaringan di Lokasi C maka kita dapat melakukannya dengan beberapa cara misalnya melalui jalur routing protocol ataupun melalui jalur MPLS.

  • Dengan Jalur Routing Protocol
Jalur dari Lokasi A akan menuju ke R10 (Router 10) lalu menuju ke R1 (Router 1) selanjutnya ke R2 (Router 2) atau ke R4 (Router 4) kemudian jalurnya menuju ke R3 (Router 3) setelah itu ke R7 (Router 7) dan akhirnya langsung ke Lokasi C. Routing Protocol yang bisa digunakan antara lain yaitu OSPF, BGP dan RIP. Jalur internet yang menghubungkan antara Lokasi A dengan Lokasi C apabila menggunakan routing protocol akan memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan jalur MPLS karena dengan routing protocol jalur yang dilewati lebih banyak.
  • Dengan VPN MPLS
VPN sama halnya dengan jalur MPLS, bedanya hanya data yang dikirim di enkripsi untuk menjaga keprivasian datanya. Selain itu dengan VPN MPLS dapat lebih singkat jalurnya hanya dengan menghubungkan Router di Lokasi A dengan Lokasi C.

Proses Pada MPLS

Untuk mengetahui proses switching yang terjadi pada MPLS dapat diketahui dengan gambar berikut,

Proses Switching Pada Jaringan MPLS
  1. Prinsip kerja MPLS ialah menggabungkan kecepatan switching pada layer 2 dengan kemampuan routing dan skalabilitas pada layer 3.
  2. Cara kerjanya adalah dengan menyelipkan label di antara header layer 2 dan 3 pada paket yang diteruskan.
  3. Label dihasilkan oleh Label-Switching Router dimana bertindak sebagai penghubung jaringan MPLS dengan jaringan luar.
  4. Label berisi informasi tujuan node selanjutnya kemana paket harus dikirim, kemudian paket diteruskan ke node berikutnya, di node ini label paket akan dilepas dan diberi label yang baru yang berisi tujuan berikutnya.
  5. Paket-paket diteruskan dalam path yang disebut LSP (Label Switching Path).
Standarisasi Protokol MPLS

Ada dua standardisasi protokol untuk memanage alur MPLS yaitu :

  1. CR-LDP (Constraint-based Routing Label Distribution Protocol)
  2. RSVP-TE, suatu perluasan protocol RSVP untuk traffic rancang-bangun
  • Suatu header MPLS tidak mengidentifikasi jenis data yang dibawa pada alur MPLS.
  • Jika header membawa 2 tipe jalur yang berbeda diantara 2 router yang sama, dengan treatment yang berbeda dari masing – masing jenis core router, maka header MPLS harus menetapkan jalurnya untuk masing – masing jenis traffic
MPLS Over ATM 

MPLS over ATM adalah alternatif untuk menyediakan interface IP/MPLS dan ATM dalam suatu jaringan. Alternatif ini lebih baik daripada IP over ATM, karena menciptakan semacam IP over ATM yang tidak lagi saling acuh. Alternatif ini juga lebih baik daripada MPLS tunggal, karena mampu untuk mendukung trafik non IP jika dibutuhkan oleh customer. Gambar di bawa ini merupakan gambaran pada MPLS Over ATM

  • Seperti paket IP, paket MPLS akan dienkapsulasikan ke dalam AAL 5, kemudian dikonversikan menjadi sel – sel ATM.
  • Kelemahan sistem MPLS over ATM ini adalah bahwa keuntungan MPLS akan berkurang, karena banyak kelebihannya yang akan overlap dengan keuntungan ATM. Alternatif ini sangat tidak cost-effective
Hibrida MPLS-ATM

Hibrida MPLS-ATM adalah sebuah network yang sepenuhnya memadukan jaringan MPLS di atas core network ATM. MPLS dalam hal ini berfungsi untuk mengintegrasikan fungsionalitas IP dan ATM, bukan memisahkannya. Tujuannya adalah menyediakan network yang dapat menangani trafik IP dan non-IP sama baiknya, dengan efisiensi tinggi.

Network terdiri atas LSR-ATM. Trafik ATM diolah sebagai trafik ATM. Trafik IP diolah sebagai trafik ATM-MPLS, yang akan menggunakan VPI and VCI sebagai label. Format sel ATM-MPLS digambarkan pada gambar berikut,


Integrasi switch ATM dan LSR diharapkan mampu menggabungkan kecepatan switch ATM dengan kemampuan multi layanan dati MPLS. Biaya bagi pembangunan dan pemeliharaan network masih cukup optimal, mendekati biaya bagi network ATM atau network MPLS.

Label dan Labeled Paket

  1. Peralatan MPLS memforward ke semua packet yang diberi label dengan cara yang sama.
  2. Suatu label berada di tempat yang significant diantara sepasang peralatan MPLS.
  3. MPLS label dapat diletakkan pada posisi yang berbeda di dalam data frame, tergantung pada teknologi layer-2 yang digunakan untuk transport. Jika teknologi layer 2 mendukung suatu label, MPLS label adalah encapsulated bidang label yang asli.
Jika teknologi layer 2 tidak secara asli mendukung suatu label, maka MPLS label terletak pada suatu encapsulasi header.

GMPLS

GMPLS (Generalized MPLS) adalah konsep konvergensi vertikal dalam teknologi transport, yang tetap berbasis pada penggunaan label seperti MPLS. Setelah MPLS dikembangkan untuk memperbaiki jaringan IP, konsep label digunakan untuk jaringan optik berbasis DWDM, dimana panjang gelombang (λ) digunakan sebagai label. Standar yang digunakan disebut MPλS. Namun, mempertimbangkan bahwa sebagian besar jaringan optik masih memakai SDH, bukan hanya DWDM, maka MPλS diperluas untuk meliputi juga TDM, ADM dari SDH, OXC. Konsep yang luas ini lah yang dinamai GMPLS.

GMPLS merupakan konvergensi vertikal, karena ia menggunakan metode label switching dalam layer 0 hingga 3 [Allen 2001]. Tujuannya adalah untuk menyediakan network yang secara keseluruhan mampu menangani bandwidth besar dengan QoS yang konsisten serta pengendalian penuh. Dan terintegrasi Diharapkan GMPLS akan menggantikan teknologi SDH dan ATM klasik, yang hingga saat ini masih menjadi layer yang paling mahal dalam pembangunan network. Proses enkapsulasi pada GMPLS dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Implementasi MPLS

MPLS bersifat alami bagi dunia IP. Traffic engineering pada MPLS memperhitungkan sepenuhnya karakter traffic IP yang melewatinya. Keuntungan lain adalah tidak diperlukannya kerumitan teknis, seperti enkapsulasi ke dalam AAL dan pembentukan sel-sel ATM yang masing-masing menambah delay, menambah header, dan memperbesar kebutuhan bandwidth. MPLS tidak memperlukan hal-hal itu .

Persoalan besar dengan MPLS adalah bahwa hingga saat ini belum terbentuk dukungan untuk traffic non IP. Skema-skema L2 over MPLS (termasuk Ethernet over MPLS, ATM over MPLS, dan FR over MPLS) sedang dalam riset yang progressif, tetapi belum masuk ke tahap pengembangan secara komersial. Yang cukup menjadikan harapan adalah banyaknya alternatif konversi berbagai jenis traffic ke dalam IP, sehingga traffic jenis itu dapat pula diangkut melalui jaringan MPLS.

Kesimpulan

MPLS merupakan teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone (jaringan utama) berkecepatan tinggi yang menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya. Juga dapat dikatakan MPLS adalah arsitektur network yang didefinisikan oleh IETF untuk memadukan mekanisme label swapping di layer 2 dengan routing di layer 3 untuk mempercepat pengiriman paket. Tidak seperti ATM yang memecah paket-paket IP, MPLS hanya melakukan enkapsulasi paket IP, dengan memasang header MPLS. Jaringan MPLS terdiri atas sirkit yang disebut label-switched path (LSP), yang menghubungkan titik-titik yang disebut label-switched router (LSR). Untuk membentuk LSP, diperlukan suatu protokol
persinyalan. Protokol ini menentukan forwarding berdasarkan label pada paket. Label yang pendek dan berukuran tetap mempercepat proses forwarding dan mempertinggi fleksibilitas pemilihan path. Hasilnya adalah network datagram yang bersifat lebih connection-oriented. Dalam MPLS terdapat dua standarisasi, yaitu CR-LDP (Constraint-based Routing Label Distribution Protocol) dan RSVP-TE, suatu perluasan protocol RSVP untuk traffic rancangbangun.



Sumber = http://putrajatim.blogspot.co.id/2013/01/multi-protocol-label-switching-mpls.html

Sertifikasi Server SUPERMICRO



Supermicro adalah pemimpin global dalam kinerja tinggi, teknologi server efisiensi tinggi dan inovasi. Kami mengembangkan dan menyediakan solusi komputasi ramah lingkngan end-to-end ke pusat data, komputasi awan, IT perusahaan, data besar, komputasi berperforma tinggi, atau HPC, dan pasar tersemat. Solusi kami berkisar dari server, storage, blade dan workstation lengkap hingga full racks, perangkat jaringan, perangkat lunak manajemen server dan dukungan teknologi dan layanan. Kami menawarkan kepada pelanggan kami fleksibilitas dan penyesuaian tingkat tinggi dengan memberikan apa yang kami yakini sebagai rangkaian konfigurasi server terluas di industri dari mana mereka dapat memilih solusi optimal yang sesuai dengan kebutuhan komputasi mereka. Sistem server, subsistem dan aksesori dirancang secara arsitektural untuk memberikan tingkat keandalan, kualitas dan skalabilitas yang tinggi, sehingga memungkinkan pelanggan kami memperoleh manfaat di bidang perhitungan kinerja, kepadatan, manajemen termal dan efisiensi daya untuk menurunkan keseluruhan biaya kepemilikan secara keseluruhan.

Event Timing: Maret 5th-9th, 2018
Event Address: BLC Telkom Klaten https://goo.gl/maps/tgB2UtTWRNk RSPD Klaten Tonggalan, Central Klaten, Klaten Regency, Central Java 57424, Indonesia
Contact us at 085293127285 (Ulil Luqman P ) or smknetindonesia@gmail.com / mualim09@gmail.com
http://zipvale.com/7h3N
Peralatan yang di bawa :
- Laptop
- Kabel UTP tinggal Pakai
- Stop Kontak
- Surat Tugas dari Sekolah
Instructur :
- Team Supermicro Jakarta

IDR 800 K ( Biaya Sertifikat , Makan 3 x , snack 2 x ) Tidak termasuk biaya penginapan
BLC menyediakan tempat tidur ala kadarnya



Ini Link Daftar nya 



Monday, January 29, 2018

SMKNet Indonesia dan Telkom Indonesia

SMKNet Indonesia akan bekerja sama dengan Telkom Jawa Tengah

DRAFT LINGKUP MOU TELKOM DAN SMK NET INDONESIA

1. Seluruh SMK Yang tergabung dalam keanggotaan SMK Net bersedia menggunakan Layanan-Layanan Telkom 
   a. conectivity
       . Pots 2 P dan 3 P
       . Astinet
       . Astinet Lite
       . Wista (WIfi STAtion)
       . Wico ( WIfi COrner)
       . Uhos

  b. perangkat CPE
      . Perkabelan, PABX, Server, Modem
      . Smart Lab ICT
      . Modul Pembelajaran Terkait Dunia Industri.

2. Telkom menyediakan jaringan FO (Fiber Oftic) pada SMK Yang tergabung dalam keanggotaan SMK Net Indonesia. ( Yang belum ada jaringan FO atau kabel Telkom akan di prioritaskan )

3. Telkom memfasilitasi sarana pelatihan/magang atau sertifikasi untuk Guru mata pelajaran dan juga siswa :
 TKJ (Teknik Komputer Jaringan)
  RPL ( Rekayasa Perangkat Lunak) dan
  Multimedia

4. Telkom bersedia menerima kunjungan industri guru dan siswa SMK Net

5. Diklat dan sertifikasi FO untuk guru oleh PT Telkom ( materi ada 8 modul )

6. Sinkronisasi Kurikulum standart Industri

Lampiran Wajib:
Nama Dan Alamat anggota SMK Net Indonesia beserta data PIC

Nah untuk menjadi anggota silahkan download surat kesanggupan kemudian mendaftar di link berikut ini Daftar

Sebelum itu silahkan download surat kesanggupan di bawah ini


Surat Kesanggupan

Monggo semoga bermanfaat bagi kita semua..
NB : semua jurusan bisa gabung smknet indonesia



Friday, December 15, 2017

Aplikasi SIKETUS (sistem informasi kearsipan tugas sekolah )

Manfaat internet bagi pendidik dan pelajar :
  1. Memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan.
  2. Sebagai sumber pengayaan pelajaran yang di Sekolah
  3. Sebagai sarana belajar penggunaan komputer
  4. Sebagai sarana komunikasi
Dari mudahnya untuk mendapatkan informasi tentunnya informasi bisa memperoleh informasi positf ataupun negatif. Jika membicarakan dampak positif dan negatif, semua aspek manapun pastinya terdapat dampak positif dan negatif  Tetapi semua itu kembali pada diri masing-masing, bagaimana kita memanfaatkannya untuk hal positif maupun negatif. Masih banyak yang perpendapat bahwa dunia maya alias internet identik dengan hal-hal yang berbau negatif. Sampai-sampai mereka para orang tua khususnya banyak sekali melarang anak-anaknya untuk mengakses dunia internet.
Di zaman sekarang ini informasi sangatlah penting, karena teknologi berkembang dengan sangat cepat. Apabila kita tertinggal berita sedikit saja, itu sama saja berarti kita telah ketinggalan dalam mengikuti perkembangan teknologi dunia. Maka dari itu kita harus mengetahui peristiwa yang terjadi di dunia melalui informasi yang kita dapat dari internet.
Perkembangan informasi tentang Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) melalui internet dapat memajukan dunia pendidikan anak Sekolah-sekolah sudah banyak membuka informasi tentang mereka melalui situs atau website milik sekolah, menjadikan masyarakat mengetahui lebih banyak tentang sekolah dimana anaknya sekolah dan merasa dekat dengan pihak sekolah dimanapun berada.
Untuk sarana bersosialisasi
Bukan hal baru dan hampir semua pelajar tahu akan keberadaan jejaring social seperti Facebook atau Twitter dan lainnya. Mengasikkan kadang sampai lupa waktu bila sudah tenggelam dalam kegiatan selancar di Facebook dengan teman-teman. Dan lewat jejaring social tersebut bisa menjadi ajang sosialisi juga mencari teman-teman baru dengan segudang penglaman dan wawasan serta ilmu pengetahuan baru yang belum pernah didapat. Bahkan dari beberapa peristiwa, kita bisa melacak keberadaan saudara atau teman lama yang sudah terpisah dan kehilangan jejak sejak lama.
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan
Dan manfaat internet bagi pelajar yang terbanyak adalah untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas, sangat luas. Tidak terbatas pada buku, guru atau sekolah. Di internet pelajar bisa memperoleh semua informasi yang diperlukan dengan cepat dan mudah, tanpa harus beranjak dari tempat duduk di depan monitor. Keterbatasan waktu dan pelajaran yang disampaikan guru di sekolah bisa teratasi dengan solusi dari internet.
Itulah beberapa manfaat internet bagi pelajar tang positif. Tentunya, ada dampak negative dari internet ini. Tetapi seyogyanya sebagai seorang terpelajar yang terbaik adalah mengambilmanfaat internet bagi pelajar yang positif.
Tapi bagaimana bila tidak ada internet sedangkan siswa kita mau mengumpulkan tugas ? Masih bisa sih pakai kertas tapi di jaman now sekarang masak pakai kertas sih .....
Inilah solusinya .... pakai aplikasi si ketus ya 

Ini Downloadnya ATAU Di SINI